Gangguan bipolar
Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan emosi yang drastis. Seseorang yang menderita bipolar dapat merasakan gejala mania (sangat senang) dan depresif (sangat terpuruk).
Penyebabnya saat ini masih belum diketahui, namun banyak yang beranggapan bahwa hal tersebut dikarenakan terjadinya gangguan pada neurotransmitter yang menjaga fungsi otak, dan di sebabkan oleh beberapa faktor yaitu:
1) Genetik
2) Sosial
3) Lingkungan
4) Fisik
Gangguan bipolar yang tidak mendapatkan penanganan dapat menimbulkan dampak buruk bagi kehidupan penderitanya, seperti:
1) Performa di sekolah atau tempat kerja memburuk.
2) Kecanduan alkohol hingga penyalahgunaan NAPZA.
3) Rusaknya hubungan sosial, misalnya dengan pasangan, kerabat, atau orang lain.
4) Permasalahan keuangan (finansial).
5) Menimbulkan keinginan hingga percobaan bunuh diri.
Apa itu mania dan apa ciri-cirinya?
Perilaku mania dan hipomania adalah kondisi pikiran, perasaan, dan tingkah laku yang menunjukkan ekspresi kegembiraan berlebihan. Misalnya orang dengan kondisi ini merasa banyak ide, paling pintar, menggampangkan permasalahan, yang kemudian menciptakan pikiran positif berupa perasaan bahagia berlebihan, tingkah laku terlalu gembira, dan terlihat menonjol.
Pada tingkat perilaku hipomania, orang dengan bipolar disorder masih dapat mengendalikan diri, sementara mereka yang berperilaku mania sudah tidak dapat mengendalikan diri.
Ciri-cirinya:
1) Merasa terlalu bahagia dan bersemangat.
2) Sangat sensitif dan mudah tersinggung.
3) Banyak makan.
4) Tidak terasa mengantuk karena merasa sangat berenergi.
5) Bersikap gegabah dan melakukan kegiatan-kegiatan yang berisiko.
6) Berbicara dengan sangat cepat dan mengubah topik pembicaraan dari satu topik ke yang lainnya.
7) Mengalami penurunan kemampuan untuk melakukan penilaian atau pembuatan suatu keputusan.
8) Anda bisa juga dapat melihat hal-hal aneh dan mendengar suara-suara misterius.
Apa itu Depresif dan apa ciri-cirinya?
Sementara itu, perilaku depresi adalah kondisi pikiran yang negatif, putus asa, dan tidak ada ide. Orang dengan depresi diliputi perasaan sedih, tidak bersemangat yang berlebihan, cenderung bertingkah laku pendiam, pemalas, dan tidak mau bersosialisasi dengan lingkungannya. Bahkan terkadang pada tingkat depresi yang sangat tinggi, timbul perasaan ingin bunuh diri.
Ciri-cirinya:
1) Merasa sangat bersedih dan kehilangan harapan pada jangka waktu yang panjang.
2) Kehilangan ketertarikan dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
3) Nafsu makan menurunMerasa ngantuk dan malas.
4) Merasa terlalu sadar diri dan minder.
5) Sulit berkonsentrasi.
6) Memiliki pemikiran untuk bunuh diri.
Apa penyebab terjadinya bipolar?
Biologis:
Adanya gangguan disebabkan oleh kelainan pada zat kimiawi di sel saraf otak. Ketidakseimbangan ini ditunjukkan antara lain oleh respon penderita terhadap obat-obatan yang bekerja pada sistem saraf tersebut.
Genetik:
Individu yang salah satu orangtuanya menderita kondisi mental ini , memiliki risiko 15 – 30% untuk juga menderita gangguan bipolar. Jika kedua orangtuanya menderita bipolar, kemungkinan 50 – 75% anaknya akan menderita kondisi ini uga. Pada kembar identik, risiko 33 – 90% saudara kembar akan menderita juga. Sebanyak 10 – 15% keluarga dari pasien yang mengalami gangguan bipolar pernah mengalami satu episode gangguan mood.
Psikososial:
Peristiwa dalam kehidupan yang penuh tekanan akan menyebabkan perubahan dalam biologi di otak maupun perubahan signal dalam saraf. Informasi yang dialami akan disimpan di dalam otak yang akan terpanggil kembali pada satu kejadian yang membangkitkan memori. Proses memori terjadi meskipun tidak ada sesuatu yang berasal dari luar yang memicunya.
Apa yang dilakukan jika anda mengidap bipolar?
Seseorang dapat mendeteksi dirinya mengalami gangguan jiwa hanya dalam tahap deteksi awal saja. Namun, diagnosis hanya bisa dilakukan oleh tenaga profesional seperti dokter ahli kedokteran jiwa. Selain diagnosis kedokteran, profesi lain yang berkaitan dengan kesehatan jiwa juga mempunyai diagnosis atau penamaan sendiri.
Diagnosis dibuat berdasarkan kriteria yang ada dengan melakukan pemeriksaan klinis, tanda dan gejala lewat hasil pengamatan, wawancara pada pasien atau orang lain yang terdekat dengannya seperti orangtua, anak, suami/istri, teman, dan lainnya. Pasien akan diminta menceritakan kisahnya dan psikiater akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang relevan mengenai hal yang digambarkan.
Bagaimana menjalani hubungan dengan penderita Bipolar?
Cari tahu tentang penyakitnya,
Sama seperti gangguan jiwa lainnya, gangguan bipolar dapat ditangani dan disembuhkan dengan pengobatan dan terapi. Untuk mendukung terapinya, Anda harus terlebih dulu mengerti dan memahami kondisi yang diidap oleh pasangan Anda.
Gangguan bipolar sering kali disahalahartikan sebagai bentuk kecacatan karakter seseorang. Pada kenyatannya, bipolar adalah gangguan mental yang disebabkan oleh faktor-faktor biologis yang berada di luar kendali orang tersebut. Beberapa faktor risiko gangguan bipolar antara lain genetik (keturunan) dan kelainan fungsi otak.
Cari tahu pemicu gejalanya dan coba hindari, Gejala gangguan bipolar dapat dipicu oleh suatu hal. Gejalanya pun bisa terjadi perlahan, hampir tak kentara. Oleh karena itu, cari tahu dan pelajari apa yang dapat membuatnya kambuh dan coba untuk menghindari hal tersebut.
Pelajari juga situasi hati pasangan Anda untuk coba mencegah fase depresi yang bisa datang kapan saja.
Andalah yang paling mengenal pasangan Anda luar-dalam. Jika Anda memperhatikan bahwa tingkah laku, gejolak emosi/perasaan, atau pola pikir pasangan Anda tidak seperti biasanya, tanyakan pada diri Anda apakah ini bisa menjadi pola gejala bipolarnya. Dengan mengamati perilaku pasangan Anda, hal ini juga bisa menguatkan diri dan tidak terkejut saat suasana hatinya berubah dengan cepat.
Tunjukkan cinta dan kasih sayang tanpa pamrih, Terima kenyataan bahwa pasangan Anda sedang sakit. Pahami juga karena penyakitnya ini, ia mungkin tidak selalu bisa menjadi orang yang selalu penuh cinta dan kasih sayang.
Namun cinta tulus Anda memiliki kekuatan untuk menyembuhkan.
Bila pasangan Anda sedang mengalami fase depresif, beri tahu mereka bahwa Anda peduli dengan menunjukkan lebih banyak cinta. Mungkin akan terasa lebih sulit untuk melakukan hal ini saat mereka sedang kambuh dan melampiaskan negativitasnya pada Anda, tapi justru di saat-saat inilah mereka sangat membutuhkan cinta dan kasih sayang.
Membiarkan orang yang depresi tenggelam sebelum menawarkan bantuan adalah salah total.
Depresi berat akan semakin sulit untuk ditangani, lebih mudah kambuh, dan akan semakin menebar duri dalam hubungan Anda berdua ke depannya. Menunggu juga meningkatkan kemungkinan bahwa hubungan Anda tidak akan bertahan; adanya depresi dalam suatu hubungan meningkatkan risiko perpisahan hingga sembilan kali lipat.
Jangan lupa cari dukungan untuk diri sendiri, Tinggal bersama pasangan bipolar akan membuat Anda terus menerus fokus pada kondisinya. Namun, jangan sampai Anda melupakan kondisi kesehatan diri sendiri. Anda bisa bergabung dengan kelompok pendukung anggota keluarga pasien bipolar yang mana dapat membantu dan menguatkan Anda menghadapi pasangan. Dukungan dan pengertian dari keluarga atau teman lainnya juga bisa membantu Anda tegar menghadapi dan melewati ini semua bersama pasangan.
Jaga diri Anda untuk tetap sehat
Bila Anda mempunyai pasangan bipolar, tanpa disadari akan membuat kesehatan Anda bisa terabaikan. Periset di Yale University School of Medicine juga menemukan bahwa hampir sepertiga orang yang hidup dengan orang bipolar amat rentan menderita depresi dan gangguan kecemasan.
Oleh karena itu waspadai juga gejala-gejala depresi pada diri sendiri, terutama kelelahan, sakit kepala, dan rasa mual yang terus berkelanjutan. Segera konsultasikan dengan dokter untuk menemukan perawatan dan obat yang tepat untuk diri Anda.



1 Komentar
membantu banget, jadi tau bipolar sama depresi itu apa🙏
BalasHapus